Pemasok unit umpan balik mengingatkan Anda bahwa penyebab kegagalan konverter frekuensi terkait erat dengan lingkungan produksi, terutama termasuk yang berikut ini:
1. Penyebab kegagalan konverter frekuensi adalah gas korosif. Beberapa produsen bahan kimia memiliki gas korosif di bengkel mereka, yang mungkin menjadi salah satu penyebab kegagalan konverter frekuensi, sebagai berikut:
(1) Kerusakan konverter frekuensi disebabkan oleh kontak yang buruk antara sakelar sakelar dan relai karena gas korosif.
(2) Kesalahan pada konverter frekuensi disebabkan oleh hubungan pendek antar kristal akibat gas korosif.
(3) Korosi terminal menyebabkan hubungan pendek pada sirkuit utama, sehingga mengakibatkan kegagalan fungsi konverter frekuensi.
(4) Korosi pada papan sirkuit menyebabkan hubungan pendek antara berbagai komponen, sehingga mengakibatkan kegagalan fungsi konverter frekuensi.
2. Kerusakan konverter frekuensi yang disebabkan oleh debu konduktif seperti logam dan debu. Faktor-faktor penyebab kegagalan konverter frekuensi jenis ini terutama terdapat di perusahaan-perusahaan yang berorientasi produksi dengan tingkat debu tinggi seperti pertambangan, pengolahan semen, dan lokasi konstruksi.
(1) Debu konduktif yang berlebihan seperti logam dapat menyebabkan korsleting pada sirkuit utama, sehingga mengakibatkan kegagalan fungsi pada konverter frekuensi.
(2) Debu menyumbat sirip pendingin, menyebabkan sirip tersebut tersandung dan terbakar karena suhu tinggi, sehingga mengakibatkan kegagalan fungsi konverter frekuensi.
3. Kondensasi, kelembapan, dan suhu tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada konverter frekuensi. Faktor-faktor penyebab kerusakan konverter frekuensi ini terutama disebabkan oleh cuaca atau kondisi khusus di tempat penggunaan.
(1) Karena kelembaban, tiang pintu dapat berubah warna, mengakibatkan kontak yang buruk dan menyebabkan konverter frekuensi tidak berfungsi.
(2) Inverter tersandung karena terlalu panas yang disebabkan oleh suhu tinggi.
(3) Kerusakan konverter frekuensi disebabkan oleh fenomena percikan antara pelat tembaga papan sirkuit utama karena kelembaban.
(4) Kelembaban menyebabkan korosi listrik pada resistansi internal konverter frekuensi, sehingga mengakibatkan putusnya kabel dan menyebabkan konverter frekuensi tidak berfungsi.
(5) Kondensasi di dalam kertas isolasi menyebabkan kerusakan pelepasan, yang menyebabkan kegagalan fungsi konverter frekuensi.
Penyebab utama kegagalan konverter frekuensi karena faktor manusia adalah pemilihan yang tidak akurat dan kegagalan menyesuaikan parameter ke kondisi penggunaan yang optimal.
1. Pemilihan konverter frekuensi yang tidak akurat dapat menyebabkan kelebihan beban dan akhirnya menyebabkan kegagalan konverter frekuensi.
2. Parameter belum disesuaikan dengan kondisi penggunaan optimal, sehingga sering terjadi kelebihan arus, tegangan lebih, dan proteksi tripping lainnya pada konverter frekuensi, yang mengakibatkan penuaan dini dan kegagalan fungsi konverter frekuensi.







































